BAB I
PEMBAHASAN
MAKNA KATA DAN KALIMAT
KATA
Kata adalah satuan bahasa
terkecil yang dapat berdiri sendiri.
Jenis – Jenis Kata
1.
. Nomina (kata
benda)
nama dari
seseorang, tempat atau semua benda dan segala yang di bendakan,
misalnya: buku,
meja, dll.
2.
Verba (kata
kerja)
kata yang menyatakan suatu tindakan atau
pengertian dinamis,
misalnya baca, lari,
dll.
3.
Adjectiva (kata
sifat)
kata yang
menjelaskan kata benda, misalnya: keras, cepat.
4.
Adverbia (kata
keterangan)
kata yang
memberikan keterangan pada kata yang bukan kata benda, misalnya:
sekarang, agak,
dll.
5.
Promina (kata
ganti)
kata penggati
kata benda, misalnya: ia, itu, dll
6.
Numeralia (kata
bilangan)
kata yang
menyatakan jumlah benda atau hal atau menunjukan urutannya dalam
suatu deretan, misalnya:
satu, kedua, dll.
Bagian – Bagian Kata
a)
Kata dasar
(akar kata)
kata yang
paling sedarhana yang belum memiliki imbuhan, juga dapat di
kelompokkan
sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks), tetapi
berbedaan kedua
bentuk ini tidak dapat di bahas di sini.
b)
Afiks (imbuhan)
Satuan terikat
(seperangkat huruf tertentu) yang apabila di tambahkan pada kata dasar akan
mengubah makna dan membentuk kata baru. Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan
harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. istilah afiks termasuk, prefiks,
sufiks, dan konfiks.
c)
Prefiks
(awalan)
Afiks (imbuhan)
yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang
berbeda.
Contoh
prefiks dalam bahasa Indonesia:- berlari: ber- adalah prefiks yang memiliki arti
“melakukan”
- seekor: se- adalah prefiks yang memiliki arti “satu”
- mahakuasa: maha- adalah prefiks serapan yang memiliki arti “paling”
d)
Sufiks
(akhiran)
Afiks yang
melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda..misal -an,
-kan, dan -i;
akhiran;
e)
Konfiks
(sirkumfiks / simulfiks)
Secara simultan
(bersamaan), satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks
melekat di
belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi.
f)
Kata turunan
(kata jadian)
kata yang baru
di turunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan.
g)
Keluarga kata
dasar
kelompok kata
turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki
afiks yang
berbeda
KALIMAT
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang
dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah
satu kalimat yang relatif berdiri
sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan
yang dipisahkan oleh spasi.
Misalnya buku, angin, pelajaran, rumah baru, pergi, gadis cantik,
dan sebagainya. Kata bisa hanya satu, bisa dua, bisa tiga, namun tetap
mengandung satu kesatuan arti. Kata ini terdiri dari berbagai jenis: ada kata
benda, kata sifat, kata kerja, kata gabung dan sebagainya,
kalimat dibagi menjadi
dua, yaitu :
1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah
kalimat yang mempunyai satu klausa bebas[1][4].Hal itu berarti hanya ada
satu P di dalam kalimat tunggal.Unsur Padalah sebagai penanda klausa.Unsur S
dan P menang selalu wajib hadir di dalam setiap kalimat.Adapun O,Pel,dan Ket
sifatnya tidak wajib hadir di dalam kalimat,termasuk dalam kalimat tunggal.Jika
P masih perlu dilengkapi,barulah unsur yang melengkapi itu dihadirkan. [2]
Berdasarkan jenis kata/frasa pengisi P-nya,kalimat tunggal dapat dibedakan menjadi empat macam yang diberi nama atau label tambahan sesuai jenis kata atau frasanya,yaitu nominal,adjektiva,verbal,dan numeral.
Berdasarkan jenis kata/frasa pengisi P-nya,kalimat tunggal dapat dibedakan menjadi empat macam yang diberi nama atau label tambahan sesuai jenis kata atau frasanya,yaitu nominal,adjektiva,verbal,dan numeral.
Contoh :
1.
Kami mahasiswa STAIN Kudus (kalimat
nominal)
2.
Jawaban anak
pintar itu sangat tepat (kalimat
adjektiva)
3.
Sapi-sapi
sedang merumput (kalimat
verbal)
4.
Mobil orang
kaya itu ada delapan
(kalimat numeral)
2. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai
dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari induk kalimat dan
anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan induk kalimat yaitu dengan
melihat letak konjungsi. Induk kalimat tidak memuat konjungsi didalamnya,
konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat.
Kalimat majemuk dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1)
Kalimat majemuk
setara/koordinatif
Kalimat majemuk setara/koordinatif yaitu gabungan dua pokok pikiran atau lebih yang kedudukannya setara. Struktur kalimat yang di dalamnya terdapat,sekurang-kurangnya,dua kalimat dasar dan masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Konjungtor yang menghubungkan klausa dalam kalimat majemuk setara jumlahnya cukup banyak. Konjungtor itu menunjuk beberapa jenis hubungan dan menjalankan beberapa fungsi.
Kalimat majemuk setara/koordinatif yaitu gabungan dua pokok pikiran atau lebih yang kedudukannya setara. Struktur kalimat yang di dalamnya terdapat,sekurang-kurangnya,dua kalimat dasar dan masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Konjungtor yang menghubungkan klausa dalam kalimat majemuk setara jumlahnya cukup banyak. Konjungtor itu menunjuk beberapa jenis hubungan dan menjalankan beberapa fungsi.
Berikut tabel penghubung
klausa dalam kalimat majemuk setara:
|
Jenis Hubungan
|
Fungsi
|
Kata Penghubung
|
|
1.Penghubung
|
menyatakan penjumlahan atau
gabungan kejadian,kegiatan,peristiwa, dan proses
|
dan,serta,baik,maupun
|
|
2.Pertentangan
|
mbahwa hal yang dinyatakan dalam
klausa pertama bertentangan dengan klausa kedua
|
tetapi,sedangkan,bukannya,melainkan
|
|
3.Pemilihan
|
menyatakan pilihan di antara dua
kemungkinan
|
Atau
|
|
4.Perurutan
|
menyatakan kejadian yang berurutan
|
lalu,kemudian
|
Contoh kalimat majemuk setara/koordinatif :
1.
Anto gemar
menulis sedangkan Anita
gemar menari.
2.
Engkau tinggal
di sini, atau ikut dengan
saya.
3.
Sinta cantik,tetapi sombong.
4.
. Ia memarkirkan
mobil di lantai 3, lalu
naik lift ke lantai
2)
Kalimat Majemuk Bertingkat/Kompleks/Subordinatif
Kalimat majemuk bertingkat/kompleks/subordinatif yaitu kalimat tunggal yang salah satu jabatannya diperluas membentuk kalimat baru.
Kalimat majemuk bertingkat/kompleks/subordinatif yaitu kalimat tunggal yang salah satu jabatannya diperluas membentuk kalimat baru.
Dalam
kalimat majemuk bertingkat kita mengenal :
a. Induk kalimat (jabatan kalimat yang bersifat
tetap atau tidak mengalami perubahan)
b. Anak kalimat (jabatan kalimat yang diperluas
membentuk kalimat baru.Anak kalimat ditandai
pemakaian kata penghubung dan bila mendahului induk kalimat dipisah
dengan tanda baca koma).
Berikut tabel jenis hubungan
antarklausa,konjungtor,dan fungsinya dalam kalimat majemuk bertingkat.
|
Jenis Hubungan
|
Kata Penghubung
|
|
a.waktu
|
sejak,sedari,sewaktu,
sementara,seraya,setelah,sambil,sehabis,sebelum,ketika,tatkala,hingga,sampai
|
|
b.syarat
|
jika(lau),seandainya,
an-daikata,andaikan,asalkan,kalau,apabila,bilaman,manakala
|
|
c.tujuan
|
agar,supaya,untuk,biar
|
|
d.konsesif
|
walau(pun),meski(pun),sekalipun,biar(pun),kendati(pun),sungguh(pun)
|
|
e.pembandingan
|
seperti,bagaikan,laksa-na,sebagaimana,dari-pada,alih-alih,ibarat
|
|
f.penyebaban
|
sebab,karena,oleh karena
|
|
g.pengakibatan
|
sehingga,sampai-sampai,maka
|
|
h.cara/alat
|
dengan,tanpa
|
|
i.kemiripan
|
seolah-olah,akan
|
|
j.kenyataan
|
Padahal
|
|
k.penjelasan
|
Bahwa
|
|
l.hasil
|
Makanya
|
Contoh kalimat majemuk
bertingkat/kompleks/subordinatif :
1.
Agar koperasi unit
desa (KUD) berkembang,perlu dipikirkan penciptaan kader-kader yang
tangguh.
2.
Ketika memberikan
keterangan,saksi itu meneteskan air mata.
3.
Pembangunan
rumah susun itu memerlukan penelitian sebab
beberapa unit rumah susun belum berpenghuni.
4.
hujan turun
berhari-hari sehingga banjir besar
melanda kota itu.
5.
Dengan menurunkan
harga beberapa jenis BBM,kita berharap kegiatan ekonomi tidak lesu lagi.
6.
Pengurus lama
berjanji bahwa koperasi kita akan
memilih pengurus baru.
7.
Tempat itu
kotor,makanya dia malas kalau
disuruh ke situ.
8.
Dia diam saja seakan-akan tidak tahu kesalahannya.
9.
Semangat
belajarnya tetap tinggi meskipun
usianya sudah lanjut.
10. Aku memahaminya sebagaimana ia memahamiku.
Jenis kalimat Menurut
Fungsinya
Sesuai Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia (2003:337) disebutkan berdasarkan bentuk atau kategori sintaksisnya kalimat dibedakan atas empat macam,yaitu : (1)kalimat berita (deklaratif), (2) kalimat tanya(introgatif), (3) kalimat perintah (imperatif),dan (4) kalimat seru (ekslamatif)[3][7].
Sesuai Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia (2003:337) disebutkan berdasarkan bentuk atau kategori sintaksisnya kalimat dibedakan atas empat macam,yaitu : (1)kalimat berita (deklaratif), (2) kalimat tanya(introgatif), (3) kalimat perintah (imperatif),dan (4) kalimat seru (ekslamatif)[3][7].
(a)
Kalimat Berita (Deklaratif)
Kalimat berita adalah kalimat yang dipakai untuk menyatakan suatu berita. Ciri-ciri kalimat berita, yaitu : bersifat bebas,boleh langsung atau tak langsung,aktif atau pasif,tunggal atau majemuk , berintonasi menurun dan kalimatnya diakhiri tanda titik (.). Contoh :
Kalimat berita adalah kalimat yang dipakai untuk menyatakan suatu berita. Ciri-ciri kalimat berita, yaitu : bersifat bebas,boleh langsung atau tak langsung,aktif atau pasif,tunggal atau majemuk , berintonasi menurun dan kalimatnya diakhiri tanda titik (.). Contoh :
1.
Pembagian beras
gratis di kampungku dilakukan kemarin pagi.
2.
Perayaan HUT RI
63 berlangsung meriah.
(b)
Kalimat Tanya (Introratif)
Kalimat tanya adlah kalimat yang dipakai untuk memperoleh informasi.Ciri –ciri kalimat tanya, yaitu : diakhiri tanda tanya(?),berintonasi naik dan sering pula hadir kata apa(kah),bagaimana,dimana, siapa,yang mana,dll.
Kalimat tanya adlah kalimat yang dipakai untuk memperoleh informasi.Ciri –ciri kalimat tanya, yaitu : diakhiri tanda tanya(?),berintonasi naik dan sering pula hadir kata apa(kah),bagaimana,dimana, siapa,yang mana,dll.
Contoh :
1.
Apakah barang
ini milikmu?
2.
Kapan adikmu
kembali ke Indonesia?
(c)
Kalimat Perintah (Imperatif)
Kalimat perintah (imperatif) dipakai untuk menyuruh dan melarang orang berbuat sesuatu. Kalimat perintah berintonasi menurun dan diakhiri tanda titik (.) atau seru (!). Kalimat perintah dapat dipilah lagi menjadi kalimat perintah suruhan,kalimat perintah halus,kalimat perintah permohonan,kalimat perintah ajakan dan harapan,kalimat perintah larangan,dan kalimat perintah pembiaran. Contoh :
Kalimat perintah (imperatif) dipakai untuk menyuruh dan melarang orang berbuat sesuatu. Kalimat perintah berintonasi menurun dan diakhiri tanda titik (.) atau seru (!). Kalimat perintah dapat dipilah lagi menjadi kalimat perintah suruhan,kalimat perintah halus,kalimat perintah permohonan,kalimat perintah ajakan dan harapan,kalimat perintah larangan,dan kalimat perintah pembiaran. Contoh :
1.
Tolonglah bawa
motor ini ke bengkel.(k.perintah halus)
2.
Buka pintu itu!
(k.perintah suruhan)
3.
Jangan buang
sampah di sungai itu! (k.perintah larangan)
4.
Mohon hadiah
ini kamu terima. (k.perintah permohonan/permintaan)
5.
Ayolah, kita
belajar. (k.perintah ajakan dan harapan)
6.
Biarlah dia
pergi bersama temannya. (k.perintah pembiaraan)
(d)
Kalimat Seru (Ekslamatif)
Kalimat seru (ekslamatif) adalah kalimat yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan emosi yang kuat,termasuk kejadian yang tiba-tiba dan memerlukan reaksi spontan. Kalimat ini berintonasi naik dan diakhiri tanda seru (!). Contoh :
Kalimat seru (ekslamatif) adalah kalimat yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan emosi yang kuat,termasuk kejadian yang tiba-tiba dan memerlukan reaksi spontan. Kalimat ini berintonasi naik dan diakhiri tanda seru (!). Contoh :
1.
Hai,ini dia
orang yang kita cari!
2.
Wah,pintar
benar anak ini !
Jenis Kalimat menurut Kelengkapan Unsurnya
Dipandang dari segi kelengkapan unsurnya, kalimat dibedakan menjadi dua yaitu : kalimat sempurna (mayor) dan kalimat tak lengkap (minor).
Dipandang dari segi kelengkapan unsurnya, kalimat dibedakan menjadi dua yaitu : kalimat sempurna (mayor) dan kalimat tak lengkap (minor).
(a) Kalimat Sempurna (Mayor)
Kalimat sempurna adalah kalimat yang dasarnya terdiri dari sebuah klausa bebas (Cook,197 : 47)[4][8]. Oleh karena yang mendasari kalimat sempurna adalah suatu klausa bebas maka kalimat sempurna ini cukup kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Contoh :
Kalimat sempurna adalah kalimat yang dasarnya terdiri dari sebuah klausa bebas (Cook,197 : 47)[4][8]. Oleh karena yang mendasari kalimat sempurna adalah suatu klausa bebas maka kalimat sempurna ini cukup kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Contoh :
1. Ayah membaca koran. (K.S. dilihat dari kalimat
tunggal)
2. Kalau saya mempunyai uang, saya akan membeli
rumah itu.(K.S. dilihat dari kalimat majemuk bertingkat.
(b) Kalimat Tak Sempurna (Minor)
Kalimat tak sempurna adalah kalimat yang subjek dan predikatnya tidak lengkap atau dengan kata lain subjek dan predikatnya tidak ada sama sekali.. Kalimat tak sempurna ini mencakup kalimat pertanyaan,minor,dan seruan[5][9]. Contoh :
Kalimat tak sempurna adalah kalimat yang subjek dan predikatnya tidak lengkap atau dengan kata lain subjek dan predikatnya tidak ada sama sekali.. Kalimat tak sempurna ini mencakup kalimat pertanyaan,minor,dan seruan[5][9]. Contoh :
a. “Maksudmu?”
b. “Ayah di
Sumatera Utara.”
BAB II
KESIMPULAN
Kata adalah
satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Jenis-jenis kata adalah
Nomina (kata benda), Verba (kata kerja),
Adjectiva (kata sifat), Adverbia (kata keterangan), Promina (kata ganti),
Numeralia (kata bilangan). Bagian-bagian Kata adalah Kata dasar, Afiks,
Prefiks, Sufiks, Konfiks, Kata Turunan, Keluarga Kata Dasar.
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri
sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat
di bagi menjadi dua yakni Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk. Jenis-jenis
kalimat menurut fungsinya diantaranya Kalimat Berita, Kalimat Tanya, Kalimat
Perintah, Kalimat Seru. Sedangkan jenis Kalimat menurut unsurnya ada dua yakni
Kalimat Sempurna dan Kalimat Tak Sempurna.
No comments:
Post a Comment