Monday, 14 September 2015

MAKNA KATA DAN MAKNA KALIMAT

BAB I
PEMBAHASAN
MAKNA KATA DAN KALIMAT
KATA
Kata  adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri.
Jenis – Jenis Kata
1.      . Nomina (kata benda)
nama dari seseorang, tempat atau semua benda dan segala yang di bendakan,
misalnya: buku, meja, dll.
2.      Verba (kata kerja)
kata yang menyatakan suatu tindakan atau pengertian dinamis,
misalnya baca, lari,
dll.
3.      Adjectiva (kata sifat)
kata yang menjelaskan kata benda, misalnya: keras, cepat.
4.      Adverbia (kata keterangan)
kata yang memberikan keterangan pada kata yang bukan kata benda, misalnya:
sekarang, agak, dll.
5.      Promina (kata ganti)
kata penggati kata benda, misalnya: ia, itu, dll
6.      Numeralia (kata bilangan)
kata yang menyatakan jumlah benda atau hal atau menunjukan urutannya dalam
suatu deretan, misalnya: satu, kedua, dll.





Bagian – Bagian Kata

a)      Kata dasar (akar kata)
kata yang paling sedarhana yang belum memiliki imbuhan, juga dapat di
kelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks), tetapi
berbedaan kedua bentuk ini tidak dapat di bahas di sini.
b)      Afiks (imbuhan)
Satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila di tambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru. Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. istilah afiks termasuk, prefiks, sufiks, dan konfiks.
c)      Prefiks (awalan)
Afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda.
Contoh prefiks dalam bahasa Indonesia:
  • berlari: ber- adalah prefiks yang memiliki arti “melakukan”
  • seekor: se- adalah prefiks yang memiliki arti “satu”
  • mahakuasa: maha- adalah prefiks serapan yang memiliki arti “paling
d)     Sufiks (akhiran)
Afiks yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda..misal -an, -kan, dan -i; akhiran;

e)      Konfiks (sirkumfiks / simulfiks)
Secara simultan (bersamaan), satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks
melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi.

f)       Kata turunan (kata jadian)      
kata yang baru di turunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan.

g)      Keluarga kata dasar
kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki
afiks yang berbeda

KALIMAT
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap
Kalimat dan kata paling mudah dikenali. Contoh tersebut adalah satu kalimat yang relatif berdiri sendiri dan memiliki intonasi final. Kalimat tersebut tersusun dari 12 kata yang dikenali sebagai satuan yang dipisahkan oleh spasi.
Misalnya buku, angin, pelajaran, rumah baru, pergi, gadis cantik, dan sebagainya. Kata bisa hanya satu, bisa dua, bisa tiga, namun tetap mengandung satu kesatuan arti. Kata ini terdiri dari berbagai jenis: ada kata benda, kata sifat, kata kerja, kata gabung dan sebagainya,
kalimat dibagi menjadi dua, yaitu :

1.      Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu klausa bebas[1][4].Hal itu berarti hanya ada satu P di dalam kalimat tunggal.Unsur Padalah sebagai penanda klausa.Unsur S dan P menang selalu wajib hadir di dalam setiap kalimat.Adapun O,Pel,dan Ket sifatnya tidak wajib hadir di dalam kalimat,termasuk dalam kalimat tunggal.Jika P masih perlu dilengkapi,barulah unsur yang melengkapi itu dihadirkan.         [2]
               Berdasarkan jenis kata/frasa pengisi P-nya,kalimat tunggal dapat dibedakan menjadi empat macam yang diberi nama atau label tambahan sesuai jenis kata atau frasanya,yaitu nominal,adjektiva,verbal,dan numeral.
Contoh :
1.       Kami mahasiswa STAIN Kudus (kalimat nominal)
2.       Jawaban anak pintar itu sangat tepat (kalimat adjektiva)
3.       Sapi-sapi sedang merumput (kalimat verbal)
4.       Mobil orang kaya itu ada delapan (kalimat numeral)

2.      Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan induk kalimat yaitu dengan melihat letak konjungsi. Induk kalimat tidak memuat konjungsi didalamnya, konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat.
 Kalimat majemuk dibagi menjadi dua bagian yaitu:                                                 
1)      Kalimat majemuk setara/koordinatif
        Kalimat majemuk setara/koordinatif yaitu gabungan dua pokok pikiran atau lebih yang kedudukannya setara. Struktur kalimat yang di dalamnya terdapat,sekurang-kurangnya,dua kalimat dasar dan masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Konjungtor yang menghubungkan klausa dalam kalimat majemuk setara jumlahnya cukup banyak. Konjungtor itu menunjuk beberapa jenis hubungan dan menjalankan beberapa fungsi.







Berikut tabel penghubung klausa dalam kalimat majemuk setara:                         
Jenis Hubungan
Fungsi
Kata Penghubung
1.Penghubung
menyatakan penjumlahan atau gabungan kejadian,kegiatan,peristiwa, dan proses
dan,serta,baik,maupun
2.Pertentangan
mbahwa hal yang dinyatakan dalam klausa pertama bertentangan dengan klausa kedua
tetapi,sedangkan,bukannya,melainkan
3.Pemilihan
menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan
Atau
4.Perurutan
menyatakan kejadian yang berurutan
lalu,kemudian

Contoh kalimat majemuk setara/koordinatif :
1.      Anto gemar menulis sedangkan Anita gemar menari.
2.      Engkau tinggal di sini, atau ikut dengan saya.
3.      Sinta cantik,tetapi sombong.
4.      .      Ia memarkirkan mobil di lantai 3, lalu naik lift ke lantai

2)                  Kalimat Majemuk Bertingkat/Kompleks/Subordinatif    
               Kalimat majemuk bertingkat/kompleks/subordinatif yaitu kalimat tunggal yang salah satu jabatannya diperluas membentuk kalimat baru.



Dalam kalimat majemuk bertingkat kita mengenal :
a.       Induk kalimat (jabatan kalimat yang bersifat tetap atau tidak mengalami perubahan)
b.      Anak kalimat (jabatan kalimat yang diperluas membentuk kalimat baru.Anak kalimat ditandai  pemakaian kata penghubung dan bila mendahului induk kalimat dipisah dengan tanda baca koma).
       Berikut tabel jenis hubungan antarklausa,konjungtor,dan fungsinya dalam kalimat majemuk bertingkat.

Jenis Hubungan
Kata Penghubung
a.waktu
sejak,sedari,sewaktu,
sementara,seraya,setelah,sambil,sehabis,sebelum,ketika,tatkala,hingga,sampai
b.syarat
jika(lau),seandainya,
an-daikata,andaikan,asalkan,kalau,apabila,bilaman,manakala
c.tujuan
agar,supaya,untuk,biar
d.konsesif
walau(pun),meski(pun),sekalipun,biar(pun),kendati(pun),sungguh(pun)
e.pembandingan
seperti,bagaikan,laksa-na,sebagaimana,dari-pada,alih-alih,ibarat
f.penyebaban
sebab,karena,oleh karena
g.pengakibatan
sehingga,sampai-sampai,maka
h.cara/alat
dengan,tanpa
i.kemiripan
seolah-olah,akan
j.kenyataan
Padahal
k.penjelasan
Bahwa
l.hasil
Makanya




Contoh kalimat majemuk bertingkat/kompleks/subordinatif :
1.      Agar koperasi unit desa (KUD) berkembang,perlu dipikirkan penciptaan kader-kader yang  tangguh.
2.      Ketika memberikan keterangan,saksi itu meneteskan air mata.
3.      Pembangunan rumah susun itu memerlukan penelitian sebab beberapa unit rumah susun belum berpenghuni.
4.      hujan turun berhari-hari sehingga banjir besar melanda kota itu.
5.      Dengan menurunkan harga beberapa jenis BBM,kita berharap kegiatan ekonomi tidak lesu lagi.
6.      Pengurus lama berjanji bahwa koperasi kita akan memilih pengurus baru.
7.      Tempat itu kotor,makanya dia malas kalau disuruh ke situ.
8.      Dia diam saja seakan-akan tidak tahu kesalahannya.
9.      Semangat belajarnya tetap tinggi meskipun usianya sudah lanjut.
10.  Aku memahaminya sebagaimana ia memahamiku.  
   
 Jenis kalimat Menurut Fungsinya
            Sesuai Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia (2003:337) disebutkan berdasarkan bentuk atau kategori sintaksisnya kalimat dibedakan atas empat macam,yaitu : (1)kalimat berita (deklaratif), (2) kalimat tanya(introgatif), (3) kalimat perintah (imperatif),dan (4) kalimat seru (ekslamatif)[3][7].

(a)   Kalimat Berita (Deklaratif) 
             Kalimat berita adalah kalimat yang dipakai  untuk menyatakan suatu berita. Ciri-ciri kalimat berita, yaitu : bersifat bebas,boleh langsung atau tak langsung,aktif atau pasif,tunggal atau majemuk , berintonasi menurun dan kalimatnya diakhiri tanda titik (.). Contoh :
1.       Pembagian beras gratis di kampungku dilakukan kemarin pagi.
2.       Perayaan HUT RI 63 berlangsung meriah.
(b)   Kalimat Tanya (Introratif)       
                  Kalimat tanya adlah kalimat yang dipakai untuk memperoleh informasi.Ciri –ciri kalimat tanya, yaitu : diakhiri tanda tanya(?),berintonasi naik dan sering pula hadir kata apa(kah),bagaimana,dimana, siapa,yang mana,dll.
Contoh :
1.                  Apakah barang ini milikmu?
2.                  Kapan adikmu kembali ke Indonesia?

(c)    Kalimat Perintah (Imperatif)    
                Kalimat perintah (imperatif) dipakai untuk menyuruh dan melarang orang berbuat sesuatu. Kalimat perintah berintonasi menurun dan diakhiri tanda titik (.) atau seru (!). Kalimat perintah dapat dipilah lagi menjadi kalimat perintah suruhan,kalimat perintah halus,kalimat perintah permohonan,kalimat perintah ajakan dan harapan,kalimat perintah larangan,dan kalimat perintah pembiaran. Contoh :
1.       Tolonglah bawa motor ini ke bengkel.(k.perintah halus)
2.       Buka pintu itu! (k.perintah suruhan)
3.       Jangan buang sampah di sungai itu! (k.perintah larangan)
4.       Mohon hadiah ini kamu terima. (k.perintah permohonan/permintaan)
5.       Ayolah, kita belajar. (k.perintah ajakan dan harapan)
6.       Biarlah dia pergi bersama temannya. (k.perintah pembiaraan)

(d)   Kalimat Seru (Ekslamatif)        
                Kalimat seru (ekslamatif) adalah kalimat yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan emosi yang kuat,termasuk kejadian yang tiba-tiba dan memerlukan reaksi spontan. Kalimat ini berintonasi naik dan diakhiri tanda seru (!). Contoh :
1.      Hai,ini dia orang yang kita cari!
2.      Wah,pintar benar anak ini !

Jenis Kalimat menurut Kelengkapan Unsurnya 
           Dipandang dari segi kelengkapan unsurnya, kalimat dibedakan menjadi dua yaitu : kalimat sempurna (mayor) dan kalimat tak lengkap (minor).

(a)   Kalimat Sempurna (Mayor)      
                Kalimat sempurna adalah kalimat yang dasarnya terdiri dari sebuah klausa bebas (Cook,197 : 47)[4][8]. Oleh karena yang mendasari kalimat sempurna adalah suatu klausa bebas maka kalimat sempurna ini cukup kalimat tunggal dan kalimat  majemuk. Contoh :
1.      Ayah membaca koran. (K.S. dilihat dari kalimat tunggal)
2.      Kalau saya mempunyai uang, saya akan membeli rumah itu.(K.S. dilihat dari kalimat majemuk bertingkat.

(b)   Kalimat Tak Sempurna (Minor)          
                 Kalimat tak sempurna adalah kalimat yang subjek dan predikatnya tidak lengkap atau dengan kata lain subjek dan predikatnya tidak ada sama sekali.. Kalimat tak sempurna ini mencakup kalimat pertanyaan,minor,dan seruan[5][9]. Contoh :
a.  “Maksudmu?”
b.  “Ayah di Sumatera Utara.”



BAB II
KESIMPULAN

        Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri. Jenis-jenis kata adalah Nomina (kata benda),  Verba (kata kerja), Adjectiva (kata sifat), Adverbia (kata keterangan), Promina (kata ganti), Numeralia (kata bilangan). Bagian-bagian Kata adalah Kata dasar, Afiks, Prefiks, Sufiks, Konfiks, Kata Turunan, Keluarga Kata Dasar.
        Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat di bagi menjadi dua yakni Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk. Jenis-jenis kalimat menurut fungsinya diantaranya Kalimat Berita, Kalimat Tanya, Kalimat Perintah, Kalimat Seru. Sedangkan jenis Kalimat menurut unsurnya ada dua yakni Kalimat Sempurna dan Kalimat Tak Sempurna.







No comments:

Post a Comment